Minggu, 13 Juli 2014

Cinta Terlarang

Namaku adalah Siti Zuraida biasanya aku sering dipanggil Siti. Setiap hari aku sering membantu ibuku. Salah satunya adalah pergi ke pasar berbelanja bahan – bahan untu memasak sehari –hari.
Pada suatu hari seperti biasanya aku pergi ke pasar dengan sepeda tuaku. Setelah berbelanja aku langsung pulang. Entah dari mana datangnya saat di tengah perjalanan pulang tiba-tiba saja sebuah sepeda motor menyerempet bagian kanan sepedaku tentu saja aku terjatuh dan semua belanjaanku berserakan dijalan. Si pengendara tidak bertanggung jawab dan langsung meninggalkanku. Aku yang merasa kesakitan tidak bisa berbuat banyak dan aku hanya bisa berteriak minta tolong. Dari kejauhan aku melihat seorang pria bertato berlari kearahku, dia menolongku berdiri dan membereskan belanjaanku yang berhamburan. Melihat lututku yang berdarah, pria itu menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang. Karena pada saat itu aku memang merasa tak berdaya, akupun menyetujuinya. Dia memboncengku dengan sepeda bututku itu. Dalam perjalanan pulang kami berkenalan dan ku ketahui dia bernama Syahrul. Dia anak baik, dia juga pandai bercengkrama. Sepanjang perjalanan dia selalu membuat aku tertawa hingga aku lupa dengan rasa sakit di lututku.
Sesampainya di rumah, Syahrul membantuku menuju pintu. Kebetulan padasaat itu ayah sedang duduk di ruang tamu. Ayah terkejut melihat keadaanku dan segera ayah meraihku dari Syahrul lalu membawaku ke kamar.
Syahrul masih di depan rumah menunggu ayah mempersilahkan pulang. Tidak lama, ayah keluar dan dipandanginya Syahrul. Melihat badan Syahrul yang penuh dengan tatto terpikir di benak ayah bahwa Syahrul bukan anak baik-baik. Ayah menyuruh Syahrul untuk pergi dan Syahrul pun pergi.
Dua hari sudah berlalu dan aku pun sembuh. seperti biasanya ibu memintaku untuk ke pasar. Sekitar 20 menit aku di pasar. Setelah ku rasa sudah cukup, aku pun bergegas pulang. Tanpa diduga aku bertemu dengan Syahrul. Dia menghampiriku dan membantu membawakan belanjaan menuju ke arah parkiran sepeda. Sebelum aku memohon diri untuk pulang, kami sempat janjian untuk bertemu lagi nanti sore di depan pasar ini.
Sore pun tiba. Sesampainya aku di depan pasar Syahrul nampaknya sudah menunggu. Tanpa basa-basi lagi Syahrul langsung menunggang sepedaku dan memboncengku pergi ke taman. Sesampainya di taman kami saling menceritakan tentang diri masing-masing. Dari situ aku mengetahui ternyata Syahrul adalah mantan pengguna obat-obatan terlarang. Dia sudah tidak mengkonsumsi obat itu sejak 2 tahun silam. Dia juga berasal dari keluarga broken home. Ayah ibunya bercerai setelah ayahnya terbukti berselingkuh dengan teman ibunya sendiri.  Setelah bercerai Syahrul ikut ibunya. Setelah 3 bulan berlalu ibunya memutuskan untuk menikah lagi . dia tidak menyukainya dan diapun kabur dari rumah. Mulai saat itu dia hidup gelandangan.
Kini, sudah kurang lebih 3 tahun hidupnya simpang siur dan selama itu pula dia tak pernah lagi menemui ibunya. Tanpa ia sadari air matanya jatuh. Mungkin itu adalah suatu simbol betapa dia sangat merindukan orang tuanya. Tidak terasa, hari mulai senja dan kami memutuskan untuk pulang.
Sesampainya di rumah terlihat ayah dan ibu sudah menunggu di ruang tamu. Wajah ayah terlihat sangat kesal. Aku gugup, aku takut. Ayah menyuruhku duduk. Ternyata ayah marah karena aku menemui Syahrul.  Ayah tak sengaja melihatku di taman bersama Syahrul. Aku pun mencoba menjelaskan kepada ayah, aku juga menceritakan apa yang di ceritakan Syahrul saat di taman tadi. Mendengar latar belakang Syahrul yang mungkin  bisa dibilang rumit, Ayah mengernyitkan dahi dan alhasil amarah Ayah menjadi-jadi. Ayah juga bersikeras melarangku untuk tidak pernah lagi menemui Syahrul. Aku hanya bisa menangis sambil berlari ke kamar.
Malam pun datang. Aku mencoba mengingat-ingat lagi tentang Syahrul. Entah kenapa aku merasa senang dan bahagia jika di dekatnya. Jantungku selalu berdetak lebih cepat dari biasanya dikala Syahrul menatapku. Apa mungkin aku jatuh cinta ? yaaa mungkin benar, saat ini aku sedang jatuh cinta kepada Syahrul. Tak terasa sudah jam 9 malam, saatnya aku tidur dan aku berharap malam ini aku dapat memimpikan Syahrul.
Ayam pun berkokok sebagai isyarat agar aku bergegas bangun. Aku menjalani hari seperti biasa. Namun mungkin sedikit berbeda karena setiap di pasar Syahrul selalu menemuiku dan membantuku berbelanja. Berhari-hari telah ku lewati sampai pada akhirnya Syahrul menyatakan cinta kepadaku. Aku menerimanya. Dan kami sepakat menjalani hubungan ini secara diam-diam, tanpa diketahui oleh Ayah.
Sejak saat itu aku merasa sangat bahagia. Hari-hariku selalu dihiasi dengan senyuman dan candaan Syahrul. Hingga satu bulan berlalu, saat ini Syahrul bekerja sebagai kuli angkut barang di pasar. Dengan penghasilan seadanya dia mampu mengumpulkan uang yang rencananya ingin dia tukar dengan cincin untuk ku pakai. Tapi aku menolak, aku menyarankan agar uang tersebut dijadikan modal untuk membuka kios kecil-kecilan di pasar. Awalnya Syahrul menolak, tapi setelah aku membujuk akhirnya Syahrul menyetujuinya.
Sekarang sudah 6 bulan lamanya Syahrul membuka kios. Penghasilannya cukup lumayan. Keuntungan yang ia dapatkan digunakan untuk membeli sebuah sepeda untuk dia pakai, dan seutas cincin yang dihadiahkannya untukku.
Setahun berlalu hubunganku mulai terdengar Ayah. Ayah mengetahuinya dari pedagang-pedagang pasar. Aku takut ayah akan marah besar. Dan benar saja sepulang ayah bekerja aku di panggil untuk menghadap ayah. Ayah sangat marah dan ayah berniat untuk mengasingkan aku ke sebuah daerah terpencil tempat nenekku tinggal. Aku menolaknya tapi ayah tetap memaksa. Aku menangis sejadi-jadinya agar ayah merasa kasihan kepadaku. Tapi ayah mempunyai pendirian yang kuat. Sekali ayah mengatakan tidak boleh, bagaimanpun caranya kata itu tidak akan bisa berubah.
Sejak kejadian itu aku tidak diperbolehkan lagi untuk keluar rumah, bahkan ke pasar pun aku tidak diizinkan. Seminggu sebelum keberangkatanku, aku diam-diam keluar rumah untuk menemui Syahrul. Setelah ku ceritakan dia terlihat sangat sedih. Dia ingin menemui ayah dan meminta restu kepada ayah. Tapi ku urungkan niatnya karena hanya akan meperumit masalah. Tapi dia bersikeras untuk menemui ayah. Dia ingin mempersuntingku. Tetap saja ku larang. Aku katakan kepadanya “Mungkin kali ini dalah pertemuan terakhir kita. Jaga diri kamu baik-baik. Dan ingat satu hal, kalau kita berjodoh kita takkan pernah dipisahkan takdir. Dengan siapapun kamu kelak, kalau jodohnya kamu adalah aku, maka aku akan jadi takdir kamu”. Dengan berlinang air mata aku pergi meninggalkan Syahrul.
Hari keberangkatanku tiba. Jam 8 pagi ibu sudah menyuruhku untukku mempersiapkan diri. Setelah ku rasa sudah cukup siap aku berdiri di depan rumah memandangi sekelilingku, meresapi udara pagi untuk terakhir kalinya di kota ini. Tak sengaja aku mendengar suara bisikan seperti memanggil namaku. Aku cari sumber suara itu dan ternyata itu adalah Syahrul. Aku menghampirinya. Dia mengatakan kalau dia tidak rela jika dia harus berpisah denganku. Dia mengajakku kabur dari rumah. Entah setan apa yang berbisik di telingaku aku pun menyetujuinya. Saat itu pula aku langsung pergi meninggalkan rumah bersama Syahrul. Dan ternyata ayah melihat perlakuanku, ayah pun mengejarku. Aku yang merasa ketakutan langsung mencoba berlari lebih cepat. Aku berlari dengan perasaan campur aduk. Mungkin apa yang dirasakan Syahrul juga sama. Kami tidak memperhatikan jalan lagi sampai pada akhirnya sebuah mobil menabrak kami berdua. Aku langsung tidak sadarkan diri.
Setelah beberapa jam kemudian aku sadar. Ku lihat sekelilingku aku berada di rumah sakit. di sampingku ada ayah dan ibu. Aku menyakan apa yang telah terjadi sebelumnya. Ayah menceritakan dengan detil sekali. Kemudian aku menanyakan dimana Syahrul sekarang, ayah mengusap kepalaku dan ayah mengatakan kalau syahrul sudah meninggal dunia di tempat kejadian. Aku menangis, aku tak percaya, aku tak rela, aku kecewa pada diriku sendiri. Tapi apalah dayaku. Itu sudah kehendak Tuhan. Aku hanya bisa tabah dan berdo’a agar dia diberi tempat yang nyaman di alam sana.
“Syahrul, kita memang sudah ditakdirkan bersama. Hanya saja Tuhan menundanya. Kita pasti akan bertemu lagi, kelak saat di surga.”

Kasus Sistem Peradilan Indonesia

DALAM sebuah panel diskusi bertajuk "Peluang Peradilan satu Atap dalam Membangun Profesioanlisme dan Integritas Hakim", Satjipto Rahardjo mengatakan perlu adanya rekonseptualisasi makna hukum - apa yang kita maknai hukum (what mean by law). Satjipto Rahardjo menilai dominasi pemahaman hukum yang terjadi saat ini cenderung legalistik - positifistik. Satjipto berkeyakinan bahwa hukum itu not only stated in the book tetapi juga hukum yang hidup di masyarakat (living law).
Reformasi yang telah berlangsung sejak tahun 1998 harus diakui telah melahirkan sejumlah perubahan instrumental, meski diakui juga bahwa perubahan tersebut masih banyak kelemahannya. Banyaknya kelemahan tersebut karena reformasi tidak punya paradigma dan visi yang jelas alias hanya tambal sulam, contohnya reformasi peradilan yang terwadahi dalam empat paket undang-undang yang berkaitan dengan peradilan hanya lebih banyak memfokuskan pada peradilan satu atap (Beny K. Harman).
Gambaran yang disampaikan oleh Beny K.Harman dan Satjipto tersebut bisa menjadi gambaran bagi kita semua dalam melihat wajah reformasi hukum Indonesia. Benar bahwa saat ini telah banyak aturan hukum yang mendorong kearah reformasi sebagaimana tuntutan masyarakat. Benar bahwa sudah banyak lembaga yang memiliki peran untuk memperbaiki sistem peradilan kita, sebut saja misalnya lahirnya KPK, Komisi Yudisial, Komisi Kejaksaan, Komisi Kepolisian, dan Timtastipikor.
Ekspektasi masyarakat terhadap lahirnya berbagai peraturan perundang-undangan baru dan lembaga baru tersebut sangat tinggi. Tetapi ekspektasi masyarakat seringkali tidak sejalan dengan realitas yang ada. Kita sering mendengar banyak tersangka koruptor tetapi akhirnya masyarakat juga kurang puas dengan putusan akhirnya. Mengapa sering terjadi hakim membebaskan terdakwa atau setidak-tidaknya hukumannya sangat ringan. Apakah sedemikian tajam perbedaan pemahaman fakta hukum di persidangan antara hakim dan Jaksa. Argumentasi hukum apa yang mereka pergunakan, adakah paradigma legalistik-posifistik semata yang dipergunakan ataukah ada unsur lain yang ikut mempengaruhi - adalah deretan pertanyaan publik yang belum ada akhirnya.
Lembaga peradilan sebagai institusi yang memiliki kekuasaan yang besar dalam menentukan arah penegakan hukum berada dalam posisi yang sentral dan selalu menjadi pusat perhatian masyarakat. Sayangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Bagaimana seharusnya agenda reformasi hukum khususnya pemberantasan korupsi dilakukan?
Seorang tokoh reformis China yang hidup sekitar abad 11 mengemukakan, ada dua unsur yang selalu muncul dalam pembicaraan masalah korupsi yaitu hukum yang lemah dan manusia yang tidak benar. Tidak mungkin menciptakan aparat yang bersih hanya semata-mata mendasarkan rule of law sebagai kekuatan pengontrol (social control). Ia berkesimpulan dalam memberantas korupsi dibutuhkan penguasa yang punya moral tinggi dan hukum yang rasional serta efisien (Mujahid:2000)
Dalam sejarahnya "upaya" pemberantasan korupsi sudah berlangsung sejak tahun 1958, yakni dengan lahirnya berbagai institusi dan peraturan perundang-undangan yang ditujukan untuk memberantas korupsi, akan tetapi korupsi di Indonesia selalu saja menempati urutan yang tinggi .
Seiring dengan tuntutan reformasi yang tuntutan paling penting adalah reformasi dibidang hukum, yang bermuara pada tuntutan agar pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme yang sudah mewabah di Indonesia dapat dilakukan. Puncak dari tuntutan tersebut melahirkan instrumen hukum dalam rangka memberantas korupsi yang terlihat pada Tap MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Tap MPR tersebut telah dijabarkan dalam peraturan perundang-undangan yang ada dibawahnya dan terakhir adalah lahirnya UU No.30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan berbagai instrumen hukum lain yang diarahkan untuk penegakan hukum.
Harus diakui kenyataannya sampai saat ini berbagai instrumen hukum yang ada belum menunjukkan hasil yang maksimal dalam pemberantasan korupsi. Korupsi tidak hanya merugikan keuangan Negara semata, akan tetapi telah melanggar hak asasi manusia dalam bidang sosial dan ekonomi. Kejahatan korupsi yang dikategorikan sebagai suatu kejahatan yang luar biasa (Extra Ordinary Crime) - penanganannya harus dilakukan dengan cara yang luar biasa dalam bingkai due process of law, tidak dilakukan dengan cara konvensional.
Pemberantasan korupsi tidak cukup dengan hanya mendasarkan instrumen hukum yang ada, akan tetapi harus didukung oleh kemauan politik yang kuat dari semua cabang kekuasaan Negara (eksekeutif, legislatife dan yudikatif). Tidak dapat dipungkiri korupsi terjadi berkaitan erat dengan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power) oleh kekuatan politik seperti ungkapan Lord Acton power tend to corrupt and absolutely power tends to corrupt absolutely.
Dengan adanya intstrumen hukum yang sudah memadai saat ini, mestinya pemberantasaan KKN relatif lebih mudah. Hanya saja penyelesaiannya sangat tergantung pada political will. Pemberantasan korupsi hanya akan tercapai manakala kekuasaan politik dan penegak hukum dipegang oleh orang yang punya integritas dan keberanian. Berbagai kasus yang melibatkan pejabat publik yang tidak jelas ujungnya tidak saja melecehkan hukum akan tetapi menghina rasa keadilan masyarakat. Karena itu setiap aparat penegak hukum harus memiliki komitmen yang sama untuk memberantas korupsi, meminjam intilah Satjipto ketika seorang aparat penegak hukum menangani kasus korupsi dia tidak boleh datang dengan netral tetapi harus datang predesposisi tertentu dengan semangat untuk memberantas korupsi. Dengan demikian penegakan hukum akan menyentuh kepastian dan keadilan bagi masyarakat.

Makanan Berserat Bagi Tubuh

 Menjaga kesehatan tubuh menjadi salah satu hal yang harus di lakukan oleh setiap orang. Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan tubuh tersebut. Salah satunya dari makanan yang kita konsumsi tiap harinya. Makanan tersebut harusnya mengandung berbagai kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh anda. Salah satunya makanan yang banyak mengandung serat. Lalu, apa saja jenis makanan yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi untuk tubuh kita...???

Makanan berserat tinggi memiliki fungsi yang sangat penting dalam tubuh kita. Beberapa fungsi makanan berserat tersebut yaitu untuk menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat, dapat membantu menurunkan berat badan, dapat menjaga tubuh anda tetap ideal, dapat mencegah penyakit jantung, diabetes serta kanker usus juga. Tubuh kita harusnya membutuhkan serat yang cukup perharinya dalam hal ini 25-40 gram perharinya. Jenis makanan yang berserat tersebut di dominasi oleh buah dan sayuran yang kita. makan. Sahabat, tips kesehatan. Berikut ini 7 makanan berserat tinggi untuk tubuh anda :
  1. Makanan kaya serat yang pertama yaitu Alpukat. Buah alpukat ternyata memilik kandungan serat yang cukup tinggi untuk kebutuhan serat bagi tubuh anda. Dalam setiap setengah potong buah alpukat tersebut mengandung 6 gram serat. Oleh karena itulah, buah alpukat sangat dianjurkan untuk di konsumsi untuk mencukupi kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda.
  2. Makanan kaya serat yang kedua yaitu kacang-kacangan. Dalam hal ini walnut dan almond yang merupakan jenis kacang-kacangan yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat dalam tubuh anda.
  3. Makanan kaya serat yang berikutnya yaitu gandum. Berbagai makanan yang berbahan dasar gandum seperti tepung gandum serta roti gandum memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda perharinya.
  4. Makanan kaya serat berikutnya yaitu aneka buah-buahan yang biasa kita konsumsi sehari-hari seperti buah pisang, jeruk, apel dan lainnya  merupakan jenis buah-buahan yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda.
  5. Makanan kaya serat yang kelima yaitu aneka sayur-sayuran yang bisa kita dapatkan dengan mudah. Bunga kol, bayam, kentang,  serta labu merupakan aneka jenis sayuran-sayuran yang memiliki kandungan serat yang cukup tinggi pula untuk kebutuhan serat yang diperlukan oleh tubuh anda perharinya.

Manfaat Puasa Ramadhan

Manfaat sebenarnya dari puasa Ramadhan adalah sesuatu yang berhubungan dengan kerohanian dan agama. Manfaat fisik juga besar dan tidak dapat diabaikan. Beberapa manfaat dari puasa Ramadhan diantaranya adalah:

Puasa adalah disipilin agama yang sangat baik, yang melatih pikiran dan tubuh untuk mengatasi kesulitan, marah, haus, lapar dll. Salah seorang sufi mengatakan bahwa rahasia hidup adalah berbicara sedikit, makan sedikit dan tidur sedikit. Dan semua disiplin tersebut kita jumpai dan kita lakukan selama bulan Ramadhan.

Puasa Ramadhan mendorong kita untuk berdoa, sedekah dan perbuatan-perbuatan baik lainnya dan menahan diri dari kejahatan yang dari itu akan memberikan kekuatan satu sama lain untuk mengatasi segala macam kejahatan. Kebaikan yang bersinergi itu akan membawa masyarakat yang damai, saling mengasihi dan sejahtera.

Puasa Ramadhan akan membantu kita dalam melepaskan semangat yang terlalu mengejar duniawi dan sebagai gantinya adalah peningkatan hubungan yang lebih dekat kepada Allah taala, sehingga akan meningkatkankeimanan seseorang. Aktivitas sehari-hari memang tidak kita lepaskan semuanya, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa Puasa Ramadhan menjadikan kita lebih intensif lagi dalam memperhatikan hubungan kita kepada Allah taala.

Penekanan yang besar pada pembacaan Alquran akan membuat seseorang lebih mengenal lagi bimbingan yang diturunkan Allah dalam Alquran. Untuk itu sebaiknya disamping membaca Alquran kita juga harus mengerti arti bahkan mengetahui maksud dari ayat-ayat yang ada.

Puasa juga mendorong meningkatnya rahmat Allah, kesabaran, ketabahan, kerendahan hati, kesederhanaan, pengorbanan - jika manunisa bisa mengorbankan makanan dan minum, maka dia juga akan bisa mengorbankan hidupnya untuk Tuhan.

Manfaat dari segi kesehatan. Beberapa dokter telah mengembangkan sistem kesehatan melalui puasa. Dalam bukunya 'Preservation of Health' Dr. H.A. Morton Whitby. Seorang ahli bedah terkenal telah menunjukkan bawa kelebihan makanan dapat memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan dan puasa dapat menjadi sumber kesehatan.

Bisa menyebuhkan kecanduan alkohol, obat-obatan, merokok yang semuanya berbahaya bagi kesehatan seseorang.

Puasa mengekang hawa nafsu seksual sehingga keinginan seksual tidak disalahgunakan.

Kamis, 27 Maret 2014

Penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar
 -Bahasa Yang Baik
Penggunaan bahasa yang baik (sesuai aspek komunikatif) adalah sesuai dengan sasaran kepada siapa bahasa tersebut di sampaikan
-Bahasa yang Benar
Bahasa yang benar berkaitan dengan aspek kaidah, yaitu peraturan bahasa (tata bahasa, pilihan kata, tanda baca, dan ejaan)
Ciri – ciri ragam bahasa baku adalah sebagai berikut :
1.     Penggunaan kaidah tata bahasa normatif. Misalnya dengan penerapan pola kalimat yang baku.
Contoh :” Kami sedang menyaksikan pertandingan itu.”, bukan “Pertandingan itu kami sedang saksikan.”
2.     Penggunaan kata-kata baku.
Contoh : “Seru sekali” dan bukan “Seru banget”, “Tampan” bukan “Ganteng”.
3.     Penggunaan ejaan resmi dalam ragam tulis (EyD / Ejaan yang Disempurnakan). Bahasa baku harus mengikuti aturan ini.
4.     Penggunaan lafal baku dalam ragam lisan. Belum ada lafal baku yang sudah ditetapkan, tetapi secara umum lafal baku dapat diartikan sebagai lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat ataupun bahasa daerah. Misalnya: habis, bukan abis ; atap, bukan atep.
5.     Penggunaan kalimat secara efektif. Bahasa baku sebenarnya mengharuskan komunikasi secar efektif : pesan dari pembicara atau penulis harus diterima oleh pendengar atau pembaca sesuai maksud yang ingin disampaikan.
Ada lima laras bahasa yang dapat digunakan sesuai situasi. Berturut-turut sesuai derajat keformalannya, ragam tersebut dibagi sebagai berikut.
  1. Ragam beku (frozen) digunakan pada situasi hikmat dan sangat sedikit memungkinkan keleluasaan seperti pada kitab suci, putusan pengadilan, dan upacara pernikahan.
  2. Ragam resmi (formal) digunakan dalam komunikasi resmi seperti pada pidato, rapat resmi, dan jurnal ilmiah.
  3. Ragam konsultatif (consultative) digunakan dalam pembicaraan yang terpusat pada transaksi atau pertukaran informasi seperti dalam percakapan di sekolah dan di pasar.
  4. Ragam santai (casual) digunakan dalam suasana tidak resmi dan dapat digunakan oleh orang yang belum tentu saling kenal dengan akrab.
  5. Ragam akrab (intimate) digunakan di antara orang yang memiliki hubungan yang sangat akrab dan intim.
Ragam dan Laras Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi. Berikut ini jenis dan ragam bahasa selengkapnya.
Jenis Ragam Bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa jurnalistik
- Ragam bahasa ilmiah
- Ragam bahasa sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
1. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
- Ragam bahasa cakapan
- Ragam bahasa pidato
- Ragam bahasa kuliah
- Ragam bahasa panggung
2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
- Ragam bahasa teknis
- Ragam bahasa undang-undang
- Ragam bahasa catatan
- Ragam bahasa surat
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara
- Ragam bahasa resmi
- Ragam bahasa akrab
- Ragam bahasa agak resmi
- Ragam bahasa santai
- dan sebagainya

Menurut Dendy Sugono (1999 : 9), bahwa sehubungan dengan pemakaian bahasa Indonesia, timbul dua masalah pokok, yaitu masalah penggunaan bahasa baku dan tak baku. Dalam situasi resmi, seperti di kantor, di sekolah, atau di dalam pertemuan resmi digunakan bahasa baku. Berbeda dengan saat kita berada di rumah, di taman, di pasar, kita tidak harus menggunakan bahasa baku.
Menurut Felicia (2001 : 8), ragam bahasa dibagi berdasarkan Media pengantarnya atau sarananya, yang terdiri atas : 
a. Ragam lisan. 
b. Ragam tulis. 

Ragam tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster
a.     Ragam bahasa lisan :
-         Melyana sedang baca surat kabar
-         Ari mau nulis surat
-         Tapi kau tidak boleh nolak lamaran itu.
-         Mereka tinggal di Menteng.
-         Jalan laying itu mengatasi kemacetan lalu lintas.
-         Saya akan tanyakan soal itu

b.    Ragam bahasa tulis :
-         Melyana sedang membaca surat kabar
-         Ari mau menulis surat
-         Namun,engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
-         Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
-         Akan saya tanyakan soal itu.

Minggu, 16 Maret 2014

Puisi: Cinta Sejati

Info
Oleh Tri Nurdiyanso
Setiap lidah sedang membicarakan tentang cinta
Suasana pun menjadi lebih terlarut dalam gandengan tangan
Melihat, mendengar, dan membicarakannya adalah hal indah
Namun otak dan nalar sering bergulat ‘tuk mengerti arti cinta
Mungkin hari akan terulang kembali ‘tuk berbincang
Berbincang kembali dalam satu tema cinta
Seakan-akan cinta adalah hal yang baru mereka miliki
Namun otak dan nalar sering bergulat lagi ‘tuk memahami arti cinta
Cinta hanyalah kata namun tak ada arti yang dimengerti
Sekedar kata tak berarti namun membuat setiap mata terpana
Dan hati seakan-akan telah berbalut lekat akan cinta
Meskipun tak mengerti artinya, namun tak ingin kehilangan
Lalu aku berdiri dalam sudut perenunganku,
Bahwa manusia sebenarnya telah kehilangan cinta sejati
Sehingga tak aneh bila manusia sulit memahami
Dan mengerti makna dan arti sebuah cinta.
Ku tak tahu mengapa Sang Pencipta begitu peduli dengan manusia?
Allah adalah kasih, pun tulus memberikan cinta-Nya kembali,
Melalui karya Anak-Nya, Kasih Allah telah nyata benar
Namun, apakah kita mau menerima-Nya di dalam hati?
Sehingga kita dapat merasakan apakah cinta sejati itu
Sebuah cinta yang begitu murni, yang memberi hidup